i had a nice long john silver lunch :D
though while i was having it, i happened to take a glance at a young man outside the restaurant.
i was sitting right next to the big glass side-facade, facing a small lane.
there, at the corner of my eyes, i saw a man standing at the lane, and i dont quite know why, i turned my head and caught his eyes.
there's nothing outstanding about his appearance. with his normal working shirt and carrying a black back, he is definitely a working fella.
but he had such a hateful glare. he was obviously angry about something. i quickly dropped my eyes and turn to face my food.
and then he walked towards my direction and kept his angry stare at me.
keep staring as if i was the sole source of his troubles, and then he walk away.
for a split second i wonder if he would walk in to the restaurant and start to scold me.
then i think of this certain email send to me by a friend:
HUKUM TRUK SAMPAH
Suatu hari saya naik sebuah taxi dan menuju ke Bandara.Kami melaju pada jalur yang benar ketika tiba-tiba sebuah mobil hitam melompat keluar dari tempat parkir tepat di depan kami. Supir taxi menginjak pedal rem dalam-dalam hingga ban mobil berdecit dan berhenti hanya beberapa cm dari mobil tersebut.
pengemudi mobil hitam tersebut mengeluarkan kepalanya & mulai menjerit kearah kami. Supir taxi hanya tersenyum & melambai pada orang orang tersebut. Saya benar-benar heran dengan sikapnya yang bersahabat.Maka saya bertanya, "Mengapa anda melakukannya?Orang itu hampir merusak mobil anda dan dapat saja mengirim kita ke rumah sakit!"Saat itulah saya belajar dari supir taxi tersebut mengenai apa yang saya kemudian sebut "Hukum Truk Sampah".
Ia menjelaskan bahwa banyak orang seperti truk sampah. Mereka berjalan kelilingmembawa sampah, seperti frustrasi, kemarahan, kekecewaan.Seiring dengan semakin penuh kapasitasnya, semakin mereka membutuhkan tempatuntuk membuangnya, & seringkali mereka membuangnya kepada anda.
Jangan ambil hati, tersenyum saja, lambaikan tangan, berkati mereka, lalu lanjutkan hidup.Jangan ambil sampah mereka untuk kembali membuangnya kepada orang lain yang anda temui, di tempat kerja, di rumah atau dalam perjalanan.
intinya, orangyang sukses adalah orang yang tidak membiarkan "truk sampah" mengambil alih hari-hari mereka denganmerusak suasana hati.
so therefore dear friends,
we all should refrain from becoming...garbage collector right?
No comments:
Post a Comment